Hem.. sudah lama tidak menulis rasanya begitu banyak yang ingin kutuangkan disini. Well, aku tetap aktif menulis belakangan ini, tapi aku tidak mempublishnya di blog, aku hanya mempublishnya di note account facebook ku. Namun, belakangan aku ingin kembali menulis di blog yang sudah lama tidak begitu kurawat (Dasar aku malas hehe)
Ok, kali ini aku ingin bercerita tentang surprise party milad sahabatku (aku ragu ini bisa dikatakan suprise party atau tidak Haha) whatever, dibaca saja..
Aku lupa tanggal tepatnya berapa (lagi2 sifat pelupaku ini kambuh), 4 orang juniorku di SMAN3 Medan (Walidah, Rahmah, Aisyah, dan Nurul) ingin buat suprise party untuk sahabatku ini yang juga alumni dan instruktur mentoring di Rohis SMAN3 (Al-Faris). Nah, mereka langsung telpon aku bilang kalau mereka ingin buat suprise di kos nya sahabatku ini (kebetulan sahabatku yang tinggal di Belawan ini nge-kos di kompleks dosen depan pintu 3 USU tepatnya dekat masjid Dakwah USU dan di depan rumah rektor USU). Langsung saja aku suruh mereka ke fakultasku, Hukum. Namun, karena kurasa akan merepotkan mereka akhirnya aku suruh mereka menungguku di warung steak dr.mansyur, kebetulan mereka juga ingin makan disana.
sekitar pukul 13.30 aku meluncur ke warung steak, bertemu dengan 4 makhluk centil namun luar biasa baiknya ini, cupika-cupiki seperti yang biasa kami lakukan, lalu aku pun duduk disalah satu bangku kosong di meja yang mereka tempati.
Mereka sudah lebih dulu memesan makanan dan minta maaf kepadaku karena tidak menungguku, aku sih hanya jawab
"Oh, gak apa", aku maklum dengan cacing-cacing yang sudah nyanyi keroncong di perut mereka, hehe..
Terdengar lagu pop mengalun lembut dari speaker, aku lupa lagu apa yang diputar waktu itu (sebenarnya asli aku gak tahu haha). Tiba-tiba salah satu junior menyeletuk
Walidah :
"Kak, Ini masih lumayan loh lagunya mellow tadi ihhh nghentak-ngentak kali, sakit kuping ini"
Aku hanya bisa ber-Ohh ria, toh bagiku tak masalah lagu apa yang diputar.
lalu juniorku yang lain menyambung
Rahmah :
"Iya kak, tadi udah diganti sama orang itu lagunya."
Aku :
"Kok bisa diganti? ada yang minta?"
Walidah :
"Si Nurul kak, dibentaknya tadi abang2 itu (read : Pelayan), dibilangnya Bang, matikan lah lagunya sakit nih kuping dengarnya !!"
Aku : **Terbengong untuk beberapa saat berusaha mencerna dan memutar kembali adegan tersebut tapi versiku**
Mereka ini memang manis-manis, baik-baik tapi terkadang bisa begitu sadis dan kejam, aku sering terbengong dengan kepribadian ganda mereka ini. Pernah suatu ketika mereka membentak pelayan di fountain lalu dalam sekejap merubah wajahnya dan berbicara lembut dengan yang lain.Wow, dalam satu detik begitu mudah mereka mengubah mimik wajah dan suara,
Oh God, They are really great actress !!
Aku sering sekali tertipu dengan aksi mereka ini, susah membedakan mana yang beneran atau hanya sekedar bercanda, Batas dunia akting dan nyata mereka itu begitu tipis !!
salah satu contoh, Waktu itu aku dan mereka hang-out bareng ke Medan Fair, lalu Rahmah mendapat telpon, Ia menatap layar
sony ericson nya dengan wajah cemas, lalu menutup mulutnya seolah2 ada kejadian menakutkan yang terjadi lalu dengan gaya lebaynya dia bilang "Duh, gimana ini, mama udah nelpon kan, duh, gimana, duh udah jam 5, bisa kena marah ini, huft"
Aku fikir dia memulai aktingnya lagi, eh ternyata beneran dia dapat telpon dari mamanya, dan disuruh pulang cepat. Hlah, dasar aku tertipu lagi untuk kesekian kalinya.
Ok, singkat cerita setelah selesai makan di warung steak aku pergi membayar tagihan ke kasir, aku menitipkan tasku kepada mereka. selesai membayar, aku memasukkan dompetku lalu mengambil kembali tasku. Aku lihat tampang mereka berempat ini sudah mencurigakan, tapi aku tak ambil pusing. Kami segera pergi dari warung steak berusaha mendapatkan becak untuk membeli blackforest di Majestik simpang kampus.
Sesampai di Majestik, aku ingin mengirim sms ke sahabatku shofie, bermaksud memastikan bahwa ia akan pulang ke kosnya secepatnya agar rencana kami berjalan lancar. Aku berusaha mencari hp ku, merogoh isi tas hingga membongkarnya namun hasilnya nihil, aku mulai cemas, aku takut hp ku hilang lagi, padahal belum sampai sebulan juga aku telah menghilangkan hp. Dalam fikiranku sudah kutaksir berapa gajiku yang akan terpotong untuk membeli hp baru.
Rahmah melihat kecemasanku, lalu bertanya kepadaku apa yang salah
Rahmah :
"Kenapa kak?"
Aku :
"Hp kakak hilang kayaknya"
Rahmah :
"udah kakak cari ditas?"
Aku :
"Udah, tapi gak ada"
Walidah datang dengan Aisyah, Nurul sudah pulang lebih dulu, katanya ada urusan, meski belakangan aku tahu penyebab ia pulang cepat.
Walidah :
"Kok bisa?"
Aku :
"Coba adek misscall, masih aktif atau nggak"
Walidah :
"Pulsa walidah gak ada"
Aku :
"Oh, coba pake punya Rahmah, dek"
Rahmah :
"Hmm, eh tunggu yah kak" (Mengambil hpnya dengan gugup)
Nah, disini sudah mulai mencurigakan, tapi lagi-lagi otakku belum sampai situ untuk mencerna dengan baik.
Walidah :
"Gak aktif yah?"
Rahmah :
"Ehh, eh iya kak" (Makin gugup)
Aku :
"Duh, ya udah lah hilang itu"
Aku sudah pasrah lalu kami segera memanggil becak untuk ke kos shofie.
Di Becak :
Walidah :
"Jadi kakak nanti pake hp apa?"
Aku :
"Ntah lah, mungkin pake hp yang lain lah" (Aku sudah mulai menimbang-nimbang hp papa yang mana yang bisa kupakai sebelum mendapat yang baru)
Aisyah :
"Atau kakak pake hp adek dulu aja, yang snow white" (Anak ini punya kebiasaan aneh yaitu menamai ketiga hpnya, ada yang snow white lah, red lady, bahkan black sweety)
Aku :
"Nggak usah, nggak apa kok"
Tiba di kos shofie, kami mulai menjalankan rencana, shofie belum balik dari kampus, sebenarnya ia tidak niat pulang ke kos hari ini, ia mau pulang kampung alias pulang kerumahnya di Belawan, tapi dengan beribu cara dan alasan aku paksa dia untuk menemuiku di kosnya. Aku pinjam hp Rahmah untuk mengesms-nya, karena ia sudah tahu nomor aisyah dan walidah, bisa ketahuan kalau aku pakai nomor mereka berdua ini.
Dia positif bisa datang, tapi sekitar jam 4 lewatan. Aku mulai mencari tempat mana yang bisa buat menyembunyikan 3 kurcaci ini, lalu aku dapat ide untuk menyembunyikan mereka di kosnya kak Desmi, Anak farmasi. Shofie datang, mereka bertiga mulai kasak-kusuk untuk sembunyi agar tidak kelihatan dari jendela kamar kak Desmi. Sayangnya, Shofie ini punya kebiasaan over ramah, selalu menegur kak Desmi lewat jendela kamarnya sebelum ke kamarnya sendiri. Dan ya sudahlah, ketahuan bahwa aku secara illegal menyembunyikan tiga penyelendup berseragam coklat (Haha lebay banget bahasa gua)
Suprise pertama gagal, tapi tak apa, senjata pamungkas belum dikeluarkan. Kami lalu pindah ke kamar Shofie yang tepat di depan kamar Kak Desmi. Mulai ngalur-ngidul bareng Walidah, Rahmah dan Aisyah.
Pucuk dicinta Ulam pun tiba, waktu yang ditunggu-tunggu datang juga, Mereka bertiga kehausan tapi Shofie gak punya persedian air minum di galonnya (Betul2 miris nasib anak kos satu ini), walhasil mereka disuruh minta air ke ketempat Kak Desmi, nah tuh blackforest masih diselundupkan disana. Maka aku pakai bahasa isyarat suruh mereka tiga ambil tuh kue sambil pura-pura ambil air di tempat kak Desmi. Aku lalu berusaha mengalihkan pandangan shofie dari kamar kak Desmi dengan bercerita rahasia2 aneh (Padahal bukan rahasia sebenarnya haha).
Suprise !! Mereka bertiga datang dengan membawa blackforest sedang ke hadapan Shofie, lalu menyanyikan lagu happy birthday dengan suara yang luar biasa pas-pasan (haha,
sorry kalo terlalu jujur :P). Ekspresi Shofie? Bisa ditebak, wajahnya langsung memerah, ini memang kebiasaan dia, kalau terharu, marah, bohong atau malu pasti wajahnya merah (Gejala fisik yang membuat dia selalu gagal jadi penipu)
Lalu, kita langsung "Potong kuenya, potong kuenya" Maklum udah pada lapar lagi semuanya, minus aku (Aku gak terlalu suka makan soalnya).
Sebelum dipotong, tuh kue dijepret dulu, rencana buat pamer di FB, haha lebay banget gak sih..
Sluurrrupp, jangan ada yang ngiler yah karena blackforest lezat diatas, Haha
Oups, belum lengkap rasanya kalo cuma kuenya aja yang di Photo, orang-orangnya so pasti juga mau nampil dong haha.. (Maaf, untuk wajah yang disensor, saya dan teman saya, Shofie, sudah lama buron jadi kalau wajah kami di publish bisa2 kita dikejar KPK kan gaswat, Haha narsis abis dah)
Lalu, setelah kita foto-foto dan potong-potong kue, baru lah akhir yang paling mengesalkan bagiku tapi paling menyenangkan bagi tiga juniorku tiba. Mereka tanpa ekspresi bersalah mengeluarkan hp ku, dan Jreng-jreng dengan santainya memberikan hp yang kusangka udah almarhum itu. Kontan saja aku langsung shock, lalu jingkrak-jingkrak karena luar biasa kesalnya, Hallo, saya Maulida Hadry Sa'adillah sudah berkali-kali dikerjain 4 orang ini, dan sekarang si centil-centil ini ngerjain aku lagi dan aku sama sekali gak sadar,
well done, good job dears, you all had succeed to make me fool, huhu T_T
Aku heran, sebenarnya yang ultah itu siapa, aku atau shofie, tapi yang dikerjain habis-habisan itu kok aku sih, Apa emang aku enak untuk dikerjain atau memang nasib dan takdirku berwajah polos dan layak untuk dikerjain (Yang terakhir gak banget, shofie bakal protes abis kalo ada yang bilang aku polos, soalnya aku asli gak polos haha)
Nah, kalo aku gak salah disini lah, shofie dapat predikat panggilan kehormatan dari kanjeng Rahmah, yaitu
"Kakak Imut", dan aku cuma bisa "
WHAT??!!" Shofie digelari kakak imut, gak salah tuh, udah jelas banget aku bertubuh lebih kecil dari shofie, shofie itu 160 cm, dan dia dipanggil kakak imut??!! jelas penipuan massal ini (Yang jelas karena aku iri haha) ya sudahlah, biarlah shofie menikmati panggilan barunya, karena mungkin dia gak bakal dapat gelar itu lagi dari siapapun, hehe,
Mianhae Shofie Onnie :PP
Diluar itu semua,
We were all happy and we enjoyed it alot. Inilah persaudaraan yang dibangun diatas ukhuwah, Rasa yang tidak akan pernah kita miliki dimana pun kita berada. Disini lah kami belajar cinta dan kasih sayang dari orang yang bukan sedarah, namun ikatan yang kami jalin disini melebihi ikatan saudara sedarah, karena kami diikat dengan tali yang luar biasa kuat bernama ukhuwah dan dilandasi dengan cinta bernama, Islam.
Aku benar-benar beruntung memiliki seorang sahabat bernama
Shofia Mawaddah, seorang sahabat yang memahami aku lebih dari siapapun, yang memiliki beribu stok kesabaran dalam menghadapi sifat stubborn ku, yang selalu mengulurkan tangannya ketika kujatuh, yang memiliki senyuman yang mampu menghapus duka di wajahku.
JazakAllah dear, Untuk semua yang telah kau berikan untukku selama 5 tahun ini, Ukhuwah ini tak akan pernah putus hingga akhir nanti :)
Dan Aku benar-benar beruntung memiliki adik-adik yang dengan mereka aku mengenal begitu banyak hal, bernama cinta dan kasih sayang. Adik-adik yang mencintaiku seperti mereka mencintai saudara kandungnya sendiri, Yang selalu membuatku tertawa, yang selalu mengkhawatirkan aku, yang memberikan begitu banyak cinta kepadaku tanpa pernah memintaku untuk membalasnya kembali.
JazakAllah Walidah, Rahmah, Nurul dan Aisyah, Untuk ukhuwah yang kalian tawarkan, untuk tangan yang selalu terulur untukku..
Demi Allah, aku begitu mencintai kalian seperti aku mencintai diriku sendiri..
I hope we will be always together, and We will never be apart because We have the tight binding named Ukhuwah :)
Bumi Allah/ Allah's Earth
2:34 PM
13 Dzulqaidah 1431 H/ 21 Oktober 2010 M